Berita

1 2 3 9

MoU antara STES dengan IZU

Sebagai upaya untuk meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan, Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Islamic Village (STES) menjalin kerjasama dengan Istanbul Sabahattin Zaim University di Turki. Pada Selasa (16/07/19), Sebelum acara penandatangan mou ketua stes di minta untuk presenasi tentang waqaf with the real case of Islamic Village dikampus Istanbul Sabahattin  Zaim University (IZU) sekaligus melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara STES Islamic Village dengan Istanbul Sabahattin Zaim University. Penandatanganan MoU ini dilakukan di Rektorat Istanbul Sabahattin Zaim University. Hadir dalam acara ini Prof. Dr. Mehmet Bulut, selaku President Istanbul Sabahattin Zaim University serta Hj. Atiqi Chollisni Nasution, SE.,MM.,Ph.D selaku Ketua  Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Islamic Village (STES). MoU kali ini membahas mengenai kerjasama dalam penelitian, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kampus entrepreneurial.

Continue reading

Walikota Tangerang Optimis Akan Menjadi Kiblat Ekonomi Syariah di Indonesia

TANGERANG, bungasbanten.co.id – Walikota Tangerang H.Arief R.Wismansyah hadir dan menjadi keynote speaker dalam acara Seminar Nasional Ekonomi Syariah yang dihadiri sekitar 600 peserta dari kalangan akademisi dan masyarakat Kota Tangerang. Acara berlangsung digedung MUI Kota Tangerang. Rabu (27/03/2019).

Seminar yang digagas oleh Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Islamic Village bekerja sama dengan Baznas Kota Tangerang, Mengusung tema “Pengembangan Ekonomi Syariah di Kota Tangerang Menuju Indonesia Menjadi Pusat Ekonomi Islam Dunia Tahun 2024”.

Dalam sambutannya, Arief berharap pengembangan Ekonomi Syariah di Kota Tangerang dapat mensejahterakan masyarakat,

melalui program ZMart, yaitu program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk warung atau toko, yang dimiliki mustahik untuk mengatasi kemiskinan diwilayah Kota Tangerang.

“Jadi bentuknya usaha kecil seperti warung, kita bantu untuk berkembang bermitra dengan Baznas Kota Tangerang,” ucapnya.
Masih dikatakan Arief, berharap ZMart dapat tumbuh dan berkembang, berdasarkan data ada 1.000 lebih warung yang siap bermitra, kalau bisa kita bangun semuanya secara bertahap.
“Arief optimis Kota Tangerang akan menjadi Kiblat Ekonomi Syariah di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Tangerang KH.M.Aslie Alkusaeri, menuturkan pihaknya siap untuk terus menambah Zmart yang sudah berjumlah 75 warung atau toko.

“Kita akan tambah terus, tetapi memang belum ada target, namun yang pasti dananya kita salurkan ini bermanfaat untuk umat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Rahman, sangat berterima kasih kepada Walikota Tangerang yang telah mendukung pengembangan ekonomi syariah, Rahman optimis dengan adanya dukungan dari Pemerintah Kota Tangerang, akan kampu menjadi kiblat ekonomi syariah di Indonesia bahkan dunia, tandas Rahman yang juga Dosen di STES Islamic Village.

Seminar dilanjut sesi pertama dengan tema “Zakat menjadi Pilar Penting Dalam Dalam Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia”, Sebagai Pembicara Dr.Emmy Hamidiyah MSi. (Komisioner Baznas Indonesia) dipandu moderator Subur Amin Mubarok (Wakil Ketua Baznas Kota Tangerang).

Sesi kedua dengan tema “Prospek Ekonomi Syariah Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kota Tangerang, selaku Pembicara “Dr.Irfan Syauqi Beik, MSc (Pakar Ekonomi Syariah). Sebagai Moderator Mayang Ayu Falathumia, S.Pd, M.Kesos (Dosen STKES Islamic Village).

Dilanjut sesi terakhir bertema “Zakat,Infaq, Shodaqoh, Instrument Ekonomi Syariah Dalam Pencapaian SDGS”, sebagai pembicara Prof.Dr. Muhammad Said (Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Syarief Hidayatullah Ciputat). sebagai moderator Oom Komariah SE,MM, MS.i Dosen STES Islamic Village. (Aries Sundoro)

SEMINAR INTERNASIONAL & WORKSHOP “SHARIA GOVERNANCE ON ISLAMIC FINANCIAL INSTITUTION”



Tahukah anda?

Kawasan Asia Tenggara saat ini menjadi kawasan yang sedang tumbuh menjadi pusat pengembangan industri keuangan syariah di dunia. Indonesia dan Malaysia, merupakan dua negara yang menjadi motor penggerak perkembangan industri keuangan syariah di Asia Tenggara.

Perkembangan industri keuangan syariah khususnya sektor perbankan tentunya membutuhkan sistem tata kelola yang memiliki pendekatan yang berbeda dengan sistem tata kelola lembaga keuangan pada umumnya. Hal ini disebabkan adanya keharusan bagi lembaga keuangan syariah untuk memastikan terlaksananya prinsip-prinsip syariah pada seluruh aspek terutama pada produk, operasional maupun manajemen.

Bank Indonesia telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/33/PBI/2009 untuk secara khusus mengatur tata kelola untuk Bank Syariah yang berdasarkan prinsip syariah. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar lembaga keuangan syariah terutama perbankan mengalami beberapa kendala maupun tantangan dalam penerapan sharia governance.

Oleh karena itu, Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Islamic Village bekerjasama dengan Bank Indonesia dan ASBISINDO mengadakan Seminar Internasional dan Workshop tentang ” Sharia Governance On Islamic Financial Institution”. Yang Insyaa Allah akan menguatkan pemahaman maupun impelementasi tata kelola syariah yang sesuai dengan nilai-nilai ilahiyah.

Dapatkan ilmunya dari para pakar akademisi dan praktisi di bidang ini, pada ;
– Hari/ Tgl : Rabu, 24 April 2019
– Waktu : 8.30 -16.00 wib
– Tempat : Hotel Olive jl. Imam Bonjol No.777 Tangerang

Pembicara :
1. Assoc.Prof. Dr. Syed Musa Alhabshi (Dekan Institute Islamic Banking and Finance International Islamic University Malaysia)*
2. Assoc. prof. Dr. Mohd Rizal Bin Muwazir ( Senior Lecturer Faculty of Sharia and Management Malaya University; Visiting Scholar Lancaster University, UK)
3. Dr. Cecep Maskanul Hakim ( Senior Bank Analyst Central Bank Indonesia: Plenary Dewan Shariah Nasional; Sharia committee member International Liquidity Management)
4. Dr. Herbudhi Setio Tomo ( Direktur Eksekutif ASBISINDO; Member of Bank Muamalat Auditor)

Registration Fee :
Praktisi/Banker/Umum : Rp 500.000,- (Seminar dan Workshop)
Akademisi : Rp 350.000,- (Seminar dan Workshop)
Mahasiswa : Rp 175.000,- (seminar only)
Fasilitas : Sertifikat, seminar kit, snack and lunch

Biaya pendaftaran dapat ditransfer ke STES Islamic Village No: 044 940 9081 (BNI syariah)

Daftarkan diri dan institusi anda segera di:
Kontak person : dewi ( +62 856 9153 7287) .

Press Realease Student Mobility Program STES Islamic Village – USIM

Pada tanggal 4-9 Maret 2019, STES Islamic Village telah melaksanakan program Student Mobility yang bekerja sama dengan USIM (Universiti Sains Islam Malaysia), bertempat di kampus Fakulti Ekonomi Muamalat USIM. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hardskill dan softskill mahasiswa kedua universitas melalui kegiatan akademik dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Malaysia. Selain itu juga bertujuan untuk lebih mengenal kebudayaan Malaysia yang merupakan negara dengan perekonomian Islam terkuat di Asia dan salah satu yang terkuat di dunia.
Program Student Mobility ini sendiri diikuti oleh Delegasi mahasiswa S1 jurusan Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah STES Islamic Village yang berjumlah 10 orang beserta jajaran dosen sedangkan Universiti Sains Islam Malaysia turut melibatkan dosen dan mahasiswa asal fakultas Ekonomi Muamalat (FEM). Program ini merupakan yang kedua kalinya diadakan oleh STES dan USIM. Program Student Mobility pertama kali dilaksanakan pada bulan November 2016. Berbagai kegiatan akademik digelar antara lain class session dan diskusi panel yang membahas tentang Islamic Leadership.
Pada hari pertama, Senin (04/03), dilaksanakan penyambutan delegasi oleh panitia dari FEM USIM. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan taaruf antar mahasiswa. Sesi ini bertujuan agar mahasiswa dapat saling mengenal satu sama lain dan juga mempererat ukhuwah serta memberikan pengetahuan tentang seluk beluk kegiatan perkuliahan dan background kampus masing-masing. Kegiatan selanjutnya adalah bedah kitab di perpustakaan USIM dengan mengusung tema “How to be Successful in Business”.
Kegiatan pada hari kedua, Selasa (05/03), penyampaian materi kepada peserta dengan tema ‘Islamic Leadership and Business” yang dilanjutkan dengan diskusi panel. Kemudian ditutup dengan interactive game yang berlandaskan muamalat.
Pada hari ketiga, Rabu (06/03), mahasiswa melakukan kunjungan ke Bank Negara Malaysia (BNM) kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing knowledge.
Pada Kamis (07/03), mahasiswa melakukan kunjungan ke beberapa industri menengah yang berlokasi di Nilai, Negeri Sembilan Malaysia. Beberapa di antaranya adalah Muslim Chocolate Factory dan Thoyyib Pharma Sdn. Bhd. Dalam kegiatan industrial visit ini, mahasiswa diminta melakukan mini research tentang sistem manajemen keuangan pada masing-masing industri.
Pada hari, Jumat (08/09), upacara penutup dari Koordinator Program dan Direktur Program Fakulti Ekonomi Muamalat USIM secara resmi. Kemudian sore harinya mahasiswa melakukan aktivitas bersepeda mengelilingi kampus USIM, dilanjutkan dengan menyaksikan upacara pembukaan Sukan Antar Fakulti (SUFA).
Program ini ditutup dengan malam seni dan budaya dimana mahasiswa STES Islamic Village menyuguhkan tarian tradisional dari Jawa Barat dan Papua. Kemudian dilanjutkan dengan acara “Backyard Barbeque”
Uniknya, selama tinggal di Malaysia, delegasi Indonesia menginap di asrama kampus USIM. Melalui program Student Mobility ini diharapkan mahasiswa dapat meleburkan diri dan memahami budaya masing-masing negara secara langsung.
“Moment seperti ini adalah yang saya nantikan selama duduk di bangku kuliah STES Isvil. Selain kami belajar tentang kebudayaan Malaysia, kami juga dapat memperluas networking. We had good times. So it was so fascinating lah” ungkap Aflah Imtiyaz salah satu delegasi Indonesia.

LPPM STES Islamic Village Gelar Pelatihan Smart PLS

LPPM STES Islamic Village menggelar acara Pelatihan Metode Penelitian Kuantitatif  dengan menggunakan Program SMART PLS. Acara dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Maret 2019 bertempat di Ruang Workshop STES Islamic Villaged. Peserta berasal dari Jabodetabek dan Bandung serta Dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Islamic Village yang bemjumlah sebanyak 30 orang.

 Pelatihan ini diisi oleh instruktur berpengalaman dari STES Islamic Village dan juga Universitas Tarumanegara Jakarta. Mereka adalah Dr. Sunardi, SE, M.Si dan juga Dr. Nuryasman MN, SE,MM. Materi yang disampaikan pengetahuan dasar riset kuantitatif dan aplikasi penggunaan program SMART PLS. “pelatihan ini mengarjakan peserta bagaimana mengenal program sampai merunning data dan menganalisisnya”, tandas Nur Jamaludin, M.Ec, Kepala LPPM STES Islamic Village.

 Kegiatan yang berlangsung sehari penuh mulai jam 08.30 pagi hingga 17.30 sore berlangsung sangat menarik. Ini bisa dibuktikan dengan antusiasme para peserta untuk menyimak dan berinteraksi serta mengikuti program kegiatan hingga akhir acara. Kesan yang disampaikan oleh peserta dalam kegiatan ini menurut mereka sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan metologi riset bagi mereka. Dr. Dewi Reni,SE.AK., M.Si menyampaikan bahwa pelatihan ini menyegarkan kembali dirinya dalam memahami riset dengan menggunakan SMART PLS. Agus Sumarno, peserta dari STID M. Natsir Bekasi juga menyampaikan bahwa pelatihan ini membantu mengarahkannya untuk melakukan riset yang lebih baik.Nur Jamaludin, M.Ec selaku ketua LPPM berjanji akan memfasilitasi kegiatan serupa untuk meningkatkan kapasitas riset dosen di Jabodetabek.(Cessy)

 

SEMINAR NASIONAL “PROSPEK DAN TANTANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA”

Untuk menunjang keilmuan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Islamic Village mengelar seminar nasional yang bertemakan PROSPEK DAN TANTANGAN PERBANKAN SYARIAH di INDONESIA. Kegiatan ini di gelar di Balai Islamic Village Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Jumat (22/02/2019).

Ivan djola ketua panitia penyelenggara seminar nasional PROSPEK DAN TANTANGAN PERBANKAN SYARIAH di INDONESIA mengatakan, seminar nasional di selenggarakan melalui program studi ekonomi syariah dan perbankan syariah yang bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa dan masyarakat untuk mengetahui prospek dan tantangan perbankan syariah di tanah air.

“untuk itu STES mengadakan seminar ini dengan narasumber Dr.Dr H Hendy Herijanto Dt. Rajo Hitam SE.MBA.SH.MH.CLA. CPL. CPCLE.CLI. CTL (dosen STES Islamic Village) dan  Cahyo Kartiko (Ketua Kompartemen BPRS DPP Asbisindo) dalam pembahasan seminar berupa analisa tentang prsopek dan tantangan banksyariah di indonesia” ujarnya.

Sementara, Dr H Hendy Herijanto salah satu narasumber menambahakan, Prospek bank syariah di masa depan sangat baik, karena:

(1). Dapat dijadikan lahan untuk membantu Tugas Nabi Saw dan bertindak penuh sebagai khalifah di bumi, dalam rangka menciptakan kemaslahatan bagi umat, masyarakat, bangsa dan negara, sekaligus dapat terhindar dari krisis keuangan/perbankan yang mungkin terjadi ulang di masa depan.

(2). Jika masyarakat umumnya dapat mengerti dan memahami butir 1 di atas, dan menggunakan bank syariah, serta menerapkan dan memenuhi unsur amanah, baik sebagai nasabah maupun sebagai pelaksana perbankan syariah, maka dapat diperkirakan bank syariah dapat berkembang jauh lebih baik, dan kita sebagai khalifah di bumi dapat membantu tugas Nabi Saw tersebut.

(3). Untuk itu, merupakan peluang bagi pihak akademisi untuk melakukan kerja sosial dalam rangka melakukan sosialisasi dan memberikan pengertian mengenai akad-akad pembiayaan syariah, sekaligus memahami dan memenuhi unsur amanah yang diperlukan.

4). Sejalan dengan butir 3 di atas, para akademisi juga diharapkan dapat menekankan dan memupuk pentingnya unsur profesionalisme, amanah, disiplin, dan bekerja keras, pada para mahasiswa sebagai modal utama dalam menghadapi kehidupan di masa depan untuk menggapai kesejahteraan yang lebih baik.

(5). Jika unsur profesionalisme, amanah, disiplin, dan kerja keras, tertanam dengan baik di setiap orang, khususnya pada kaum muda milenial, maka tidak mustahil dapat memperoleh pekerjaan, yang utama dan pertama, adalah di bidang perdagangan. Nabi Saw memulai karirnya sebagai pedagang, tanpa modal, tetapi hanya dengan kejujuran, dan kepintarannya, dapat membuat keuntungan yang lebih besar dari pedagang lain, umumnya.

Dalam kegiatan seminar nasional di ikuti sekitar 360 peserta terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi STES Islamic Village, para Dosen STES Islamic Village, Ketua STIE BISMA LEPISI ibu SUHADARLIYAH, SE.,SS.,MM.
Direktur ASM LEPISI ibu HESTI UMIYATI SE.,MM.,  para Dosen Perguruan Tinggi LEPISI dan masyarakat umum se Kabupaten Tangerang (Py)

 

STES Islamic Village Gandeng Wartawan Gelar Pelatihan Jurnalis

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang – Untuk menunjang kemahiran dalam penulisan untuk Mahasiswanya Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Islamic Village mengelar pelatihan jurnalis bersama wartawan. Kegiatan di gelar di ruang Aula Kampus STES Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Jumat (09/11/2018).

Dera Rosyadi Ketua Panitia penyelenggara pelatihan jurnalis mengatakan, pelatihan jurnalis di selenggarakan melalui program Studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah yang bertujuan untuk memberikan bekal kepada Mahasiswa dalam menulis berita dan artikel yang baik dan benar.

“Untuk itu STES menggandeng wartawan Nasional Harian Pelita, Megapolitanpos.com Sarinan dan Wartawan Lokal Tangerang Raya Mustopa Adam Kamal dalam melakukan pelatihan jurnalis, pelatihan berupa teknis penulisan dasar dan teknik menjadi reporter,” ujarnya.

Dijelaskan, kemampuan tehnik menuli jurnalis tersebut sangat penting di miliki Mahasiswa. Karena, di Kampus banyak kegiatan tulis menulis seperti, makalah dan sekripsi.

Sementara, Mustopa Adam Kamal salah satu Narsum menambahkan, pelatihan jurnalis di nilai penting bagi Mahasiswa dan siswa sekolah. Agar, mahir dalam menulis berita, opini dan artikel jurnalis yang baik dan benar.

“Untuk menulis berita jurnalistik harus memenuhi unsur dasar 5W+1H dengan formula tersebut penulisan jurnalistik menjadi faktual,” tegasnya.

Dalam kegiatan pelatihan penulisan jurnalistik di ikuti sekitar 150 peserta terdiri dari Mahasiswa dan Mahasiswi STES Islamic Village, par Dosen STES Islamic Village dan siswa siswi SMK se-Kabupaten Tangerang.(nan).

 

Sumber : http://megapolitanpos.com/

Menuju Universitas Islamic Village pada tahun 2020

Rabu, 31 Oktober 2018,

Pendidikan Tinggi Islamic Village menyelenggarakan hajatan akbar yaitu Sidang Senat Terbuka melantik Sarjana dan Diploma sebanyak 220 orang yang terdiri dari beberapa Sekolah Tinggi di bawah naungan Pendidikan Tinggi Islamic Village, seperti Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Islamic Village, STIT Islamic Village, STTC Islamic Village dan Akper Islamic Village. Ini merupakan acara wisuda ke 7 bagi Pendidikan Tinggi Islamic Village dan merupakan acara wisuda yang sukses dalam penyelenggaraannya.
Peserta yang hadir secara keseluruhan berjumlah kurang lebih 1000 orang yang bertempat di Hotel Olive Tangerang, kata Ketua panitia wisuda, Agus. Undangan yang hadir pada kesempatan kali ini adalah Kordinator Kopertais I Wilayah Jakarta, Kopertis IV, Persatuan Perawan Nasional Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Perwakilan Bank Syariah Mandiri, Koperasi Syariah BMI, PT. Sun Life Financial Syariah (Asuransi Syariah) dan lembaga lainnya yang menjadi partner kerjasama dalam pengembangan pendidikan tinggi Islamic Village.
Dalam rangkaian acara Sidang Senat Terbuka, Senat Akademik dibawakan oleh Ketua STES Islamic Village Hj. Atiqi Chollisni, SE, MM, Ph.D, ia menyatakan bahwa “Pendidikan Tinggi Islamic Village saat ini terdiri dari empat sekolah tinggi, yaitu STES Islamic Village, STIT Islamic Village, STTC Islamic Village dan Akper Islamic Village. Semua sekolah tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Islamic Village akan meningkatkan levelnya ke arah Universitas Islamic Village, Insyallah target kami adalah pada tahun 2020, Universitas Islamic Village akan hadir di tengah masyarakat”. Pungkasnya. Pendidikan Tinggi Islamic Village telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik universitas dalam dan luar negeri, lembaga profesi, lembaga pemerintah dan lembaga swasta untuk dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri di Indonesia.
Prof. Fathurrahman Djamil, MA dalam sambutannya sebagai Kordinator Kopertais I wilayah Jakarta menyatakan sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak Pendidikan Tinggi Islamic Village untuk berupaya meningkatkan levelnya menjadi Universitas. Kami selaku koordinator Kopertais I akan berusaha untuk dapat membantu Pendidikan Tinggi Islamic Village untuk menjadi Universitas Islamic Village sesuai dengan persyaratan berlaku. Insyallah kami sangat optimis dengan langkah ini dan semoga Allah swt memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses pembentukan Universitas Islamic Village. katanya

STES Islamic Village Kampus Unggulan Prodi Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah di Provinsi Banten

Tangerang, TRM
STES Islamic Village telah menggelar hajatan Talkshow Interaktif Jum’at (2/8) dengan mengundang Praktisi Perbankan Syariah, Agustiono Ferdiyanto selaku Branch Manager Bank Syariah Mandiri Cabang Tangcity. Selain itu STES Islamic Village juga mengundang berbagai kalangan terutama pelajar dan mahasiswa se Kota dan Kabupaten Tangerang.
Acara tersebut di gelar di Aula STES Islamic Village , di buka oleh Hj. Atiqi Chollisni, SE, MM, Ph.D Rektor STES, dalam sambutan nya dia mengatakan, STES Islamic Village memiliki Prodi S1 Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah dan satu-satunya Kampus Unggulan di Provinsi Banten yang mendapatkan akreditasi Institusi “B”, akreditasi Prodi Perbankan Syariah “B”, dan akreditasi Prodi Ekonomi Syariah “B” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
“Eksistensi STES Islamic Village diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat tentang Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah di Indonsia terutama di Provinsi Banten,” terangnya.
Atiqi Menambahakan, Pernyataan dari Gubernur Bank Indonesia beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa peluang lapangan kerja di bidang ekonomi dan perbankan syariah cukup besar di abad 21 Dibutuhkan setdknya 14.000 pakar ekononi dan perbankan syariah di masa yg akan datang. Para pakar yang dibutuhkan adalah para kaum milenial yang melek financial namun mampu mengaplikasikan nilai – nilai ekonomi syariah sbg life style nya.
“Hal inilah yg mendasari STES Islamic sebagai satu- satu nya kampus di Banten yang konsentrasi dalam bidang ekonomi syariah, mengadakan kerjasama dengan BSM untuk mengedukasi kaum milenial agar siap menghadapi pesatnya pertumbuhan perbankan syariah di era industri 4.0,” sambungnya.
Sementara itu Dalam paparan nya, Agustiono Ferdiyanto mengungkapkan, Potensi Perbankan Syariah dalam menyerap tenaga kerja dari kalangan akademisi sangat besar apalagi sebanyak 82 % karyawan Bank Syariah Mandiri terdiri dari kalangan milenial. Industri Perbankan Syariah tumbuh pesat terutama pada Era Industri 4.0. Kantor baru Bank Syariah Mandiri mengusung konsep milenial bahkan beberapa programnya juga berkonsep milenial sehingga pangsa pasar milenial dengan menggunakan teknologi tidak dapat dihindarkan.
”Saya kira acara Talkshow Interaktif ini sangat bagus untuk edukasi dan sosialisasi Perbankan Syariah kepada para milenial. STES Islamic Village merupakan kampus unggulan yang mempersiapkan SDM dari lulusan-lulusan terbaiknya untuk mengisi jabatan-jabatan penting di Bank Syariah Mandiri. Saya berharap acara ini dapat dilaksanakan kembali,” imbuh Pria yang sudah puluhan tahun bergelut dalam dunia perbankan terutama Perbankan Syariah.
Dalam acara tersebut, Kaprodi Perbankan Syariah STES Islamic Village Abdul Rachman, Lc, M.Sh bertindak selaku Moderator menambahkan, Dalam pembukaan diskusi bahwa “selaku pihak akademisi, STES Islamic Village sangat concern terhadap perkembangan teknologi dalam dunia Perbankan Syariah terutama isu-isu terkini terkait Industri 4.0 seperti Fintech (Financial Technology) telah dibahas dan didiskusikan di kampus STES Islamic Village.
“Selain itu, beberapa materi perkuliahan telah mengadopsi perkembangan financial technology dari beberapa negara. Untuk mendiskusikan lebih mendalam, STES Islamic Village mengundang Praktisi Perbankan Syariah sebagai forum ilmiah dalam rangka kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam mengurai potensi dan peluang Perbankan Syariah di era industri 4.0.” ujarnya.

 

Ditempat yang sama Yahya ketua panitia menyampaikan Acara Talkshow Interaktif mengambil tema “Potensi dan Peluang Perbankan Syariah di Era Industri 4.0” sangat diminati banyak kalangan terutama kalangan milenial terbukti jumlah peserta yang hadir melebihi target yang ditetapkan yakni sebanyak 200 orang.
Menurutnya Saat ini, Dunia perbankan syariah perlu memperhatikan kalangan milenial dalam setiap produknya sehingga dapat mengakomodir kebutuhan para milenial.
“Oleh karena itu, acara tersebut diadakan untuk memfasilitasi kepentingan antara kalangan praktisi perbankan syariah dengan para milenial yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Pungkas Yahya. (dam)

1 2 3 9