Pengembangan Zakat di Kota Tangerang dalam Mendukung Indonesia Menjadi Pusat Ekonomi Islam Dunia

 

Tangerang, 27 Maret 2019—Dengan jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang terbilang cukup besar, yaitu sekitar 87% dari total penduduk Indonesia, Muslim di Indonesia sesungguhnya memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia melalui penerapan Ekonomi Syariah.

 

Sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1991, tren pasar terhadap Keuangan dan Perbankan Syariah terus menunjukkan perkembangan yang baik. Hingga saat ini, beberapa produk syariah telah mencapai market share di atas 5%, antara lain aset perbankan syariah sebesar 5,33% dari seluruh aset perbankan Indonesia, lalu sukuk negara yang mencapai 14,82% dari total seluruh Surat Berharga Negara (SBN) yang beredar. Jika dilihat dari sektor usaha, lembaga keuangan mikro syariah masih mendominasi sebagian besar jumlah aset yaitu 22,26%. Diikuti dengan lembaga jasa keuangan syariah khusus sebesar 9,93%, lalu lembaga pembiayaan syariah sebesar 7,24% dari total pembiayaan.

 

Berdasarkan Laporan Islamic Financial Service Board (IFSB), aset perbankan syariah Indonesia berada di peringkat ke-9 terbesar secara global dengan capaian sebesar USD 28,08 miliar. Melihat prospek Ekonomi Syariah di Indonesia yang cukup menjanjikan, maka para pemangku kepentingan perlu melakukan beberapa langkah untuk dapat meningkatkan pertumbuhan keuangan dan perbankan syariah di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi Islam di dunia.

 

Atas tujuan yang ingin dicapai tersebut, pemerintah Kota Tangerang bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang melaksanakan Seminar Nasional Ekonomi Syariah yang bertemakan “Pengembangan Ekonomi Syariah di Kota Tangerang Menuju Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia 2024”, yang bertempat di Gedung Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintah Kota Tangerang. Tujuan dari diadakannya kegiatan seminar tersebut adalah sebagai penggerak dalam pengembangan ekonomi syariah di kota Tangerang, khususnya dalam pengembangan potensi zakat dengan melibatkan berbagai stakeholders, mulai dari Akademisi, Praktisi, dan Pemerintah.

 

Sebagai pembicara dalam kegiatan seminar tersebut, pakar ekonomi syariah, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec, berkesempatan menjelaskan tentang prospek ekonomi syariah di berbagai sektor dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang. Berkaitan dengan zakat, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA (Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)) memaparkan tentang peran zakat sebagai pilar penting dalam arsitektur keuangan syariah di Indonesia. Selain itu, Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Muhammad Said, menjelaskan potensi zakat sebagai salah satu instrumen ekonomi syariah yang berperan dalam pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals).

 

Dalam kegiatan seminar yang dilangsungkan atas kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang, sebagai institusi pendidikan, Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Islamic Village juga ikut serta dalam mengatur keberlangsungan acara seminar tersebut bersama dengan BAZNAS Kota Tangerang.

 

Pada akhir kegiatan seminar ini, H. Arief Wismansyah, BSc., M.Kes (Walikota Tangerang), Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA (Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)), dan HM. Aslie Elhusyairy, S.Ag (Ketua BAZNAS Kota Tangerang) bersama-sama meluncurkan dan meresmikan Z-Mart, yaitu program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk warung atau toko yang dimiliki oleh mustahiq dengan tujuan mengatasi kemiskinan di perkotaan. Dengan adanya program Z-Mart, diharapkan penerima dapat memenuhi indikator keberhasilan, seperti pendapatan di atas Upah Minimum Provinsi (UMP), dapat menabung, memiliki akses ke lembaga keuangan, usaha yang dijalankan berkesinambungan, serta melaksanakan kewajiban agama. (STESIV/Nurul Mulia Wati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *