SEMINAR NASIONAL “PROSPEK DAN TANTANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA”

Untuk menunjang keilmuan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Islamic Village mengelar seminar nasional yang bertemakan PROSPEK DAN TANTANGAN PERBANKAN SYARIAH di INDONESIA. Kegiatan ini di gelar di Balai Islamic Village Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Jumat (22/02/2019).

Ivan djola ketua panitia penyelenggara seminar nasional PROSPEK DAN TANTANGAN PERBANKAN SYARIAH di INDONESIA mengatakan, seminar nasional di selenggarakan melalui program studi ekonomi syariah dan perbankan syariah yang bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa dan masyarakat untuk mengetahui prospek dan tantangan perbankan syariah di tanah air.

“untuk itu STES mengadakan seminar ini dengan narasumber Dr.Dr H Hendy Herijanto Dt. Rajo Hitam SE.MBA.SH.MH.CLA. CPL. CPCLE.CLI. CTL (dosen STES Islamic Village) dan  Cahyo Kartiko (Ketua Kompartemen BPRS DPP Asbisindo) dalam pembahasan seminar berupa analisa tentang prsopek dan tantangan banksyariah di indonesia” ujarnya.

Sementara, Dr H Hendy Herijanto salah satu narasumber menambahakan, Prospek bank syariah di masa depan sangat baik, karena:

(1). Dapat dijadikan lahan untuk membantu Tugas Nabi Saw dan bertindak penuh sebagai khalifah di bumi, dalam rangka menciptakan kemaslahatan bagi umat, masyarakat, bangsa dan negara, sekaligus dapat terhindar dari krisis keuangan/perbankan yang mungkin terjadi ulang di masa depan.

(2). Jika masyarakat umumnya dapat mengerti dan memahami butir 1 di atas, dan menggunakan bank syariah, serta menerapkan dan memenuhi unsur amanah, baik sebagai nasabah maupun sebagai pelaksana perbankan syariah, maka dapat diperkirakan bank syariah dapat berkembang jauh lebih baik, dan kita sebagai khalifah di bumi dapat membantu tugas Nabi Saw tersebut.

(3). Untuk itu, merupakan peluang bagi pihak akademisi untuk melakukan kerja sosial dalam rangka melakukan sosialisasi dan memberikan pengertian mengenai akad-akad pembiayaan syariah, sekaligus memahami dan memenuhi unsur amanah yang diperlukan.

4). Sejalan dengan butir 3 di atas, para akademisi juga diharapkan dapat menekankan dan memupuk pentingnya unsur profesionalisme, amanah, disiplin, dan bekerja keras, pada para mahasiswa sebagai modal utama dalam menghadapi kehidupan di masa depan untuk menggapai kesejahteraan yang lebih baik.

(5). Jika unsur profesionalisme, amanah, disiplin, dan kerja keras, tertanam dengan baik di setiap orang, khususnya pada kaum muda milenial, maka tidak mustahil dapat memperoleh pekerjaan, yang utama dan pertama, adalah di bidang perdagangan. Nabi Saw memulai karirnya sebagai pedagang, tanpa modal, tetapi hanya dengan kejujuran, dan kepintarannya, dapat membuat keuntungan yang lebih besar dari pedagang lain, umumnya.

Dalam kegiatan seminar nasional di ikuti sekitar 360 peserta terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi STES Islamic Village, para Dosen STES Islamic Village, Ketua STIE BISMA LEPISI ibu SUHADARLIYAH, SE.,SS.,MM.
Direktur ASM LEPISI ibu HESTI UMIYATI SE.,MM.,  para Dosen Perguruan Tinggi LEPISI dan masyarakat umum se Kabupaten Tangerang (Py)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *