Stadium General dan Penandatangan MoU (Nota Kesepahaman) antara STES Islamic Village dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)

Tangerang, 26 November 2019—Dengan perkembangan sektor industri Keuangan dan Perbankan Syariah di Indonesia yang semakin meningkat, hal tersebut dapat dilihat dari semakin banyak dan bervariasinya produk serta layanan yang ditawarkan oleh lembaga keuangan bank dan non-bank syariah di Indonesia.

 

Namun, perkembangan sektor industri Keuangan dan Perbankan Syariah ini masih belum didukung dengan adanya Sumber Daya Insani yang diharapkan, padahal sumber daya insani menjadi faktor penting serta salah satu aset yang berperan dalam perkembangan ekonomi syariah. Perkembangan zaman yang diikuti dengan pesatnya perkembangan teknologi menjadi salah satu tantangan dalam peningkatan kualitas sumber daya insani pada industri keuangan dan perbankan syariah.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, STES Islamic Village mengadakan Stadium General yang bertemakan “Optimalisasi Sumber Daya Insani dalam Pengembagan dan Penguatan Sektor Ekonomi dan Keuangan Syariah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 November 2019 dan berlokasi di Ruang Seminar, STES Islamic Village.

 

Dalam kegiatan ini, STES Islamic Village mengundang narasumber yang mampu menjawab serta memberikan solusi terhadap permasalahan mengenai sumber daya insani di industri keuangan dan perbankan syariah. Narasumber tersebut antara lain, Dr. Taufik Hidayat, M.Ec  selaku Direktur Hukum, Promosi, dan Hubungan Eksternal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), serta Umi Waheedah, M.A. selaku Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman Bogor. Dalam kesempatan ini, Dr. Taufik Hidayat, M.Ec memaparkan tentang kriteria sumber daya insani yang dibutuhkan oleh industri keuangan dan perbankan syariah, sehingga SDI mampu mempersiapkan kemampuan baik hard-skill maupun soft-skill serta tepat guna terhadap industri yang membutuhkan. Selain itu, Umi Waheedah, M.A. juga menjelaskan mengenai praktik dari setiap sumber daya insani yang berperan dalam operasional pondok pesantrennya dan bagaimana mereka mampu memproduksi serta menghasilkan kebutuhan pokok untuk keberlangsungan kehidupan pondok pesantren.

 

Di akhir kegiatan, STES Islamic Village melakukan penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang mana hal tersebut untuk meningkatkan kerja sama STES Islamic Village dengan pihak eksternal untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Kepada Masyarakat. Komite Nasional Keuangan Syariah merupakan suatu komite yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia, kemudian terdapat dewan pengarah yang beranggotakan sepuluh pimpinan dari unsur pemerintahan dan otoritas terkait. KNKS menyatakan bahwa saat ini Indonesia merupakan negara dengan perkembangan sektor industri keuangan dan perbankan syariah terpesat di dunia. (STESIV/Nurul Mulia Wati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *